Sinopsis Buku Is It Bad or Good Habits
Judul Buku
Is It Bad or Good Habits
Penulis
Sabrina Ara
Tahun Terbit
Cetakan Ketiga, 2022
Penerbit
Syalmahat Publishing
Jumlah Halaman
133 halaman
Gagasan atau Ide Pokok Penulis
Menurut saya, ide utama yang ingin disampaikan Sabrina Ara adalah bahwa kebiasaan tidak selalu bisa disebut baik atau buruk. Setiap kebiasaan pasti ada penyebabnya. Sebelum mengubah kebiasaan yang kita miliki, kita perlu memahami terlebih dahulu mengapa kebiasaan itu muncul. Penulis juga mengajak pembaca untuk lebih mengenal diri sendiri dan tidak terlalu keras dalam menilai diri ketika melakukan kesalahan.
Relevansi Gagasan Penulis dengan Kehidupan Nyata
1. Relevan
Menurut saya, gagasan dalam buku ini relevan dengan kehidupan sehari-hari. Banyak orang memiliki kebiasaan yang ingin diubah, seperti menunda pekerjaan, kurang disiplin, atau terlalu sering bermain media sosial. Buku ini mengajarkan bahwa perubahan tidak harus dilakukan secara cepat, tetapi bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
2. Tidak Relevan
Namun, ada beberapa bagian yang menurut saya kurang relevan. Penulis lebih banyak menggunakan pengalaman dan pandangan pribadi dibandingkan data atau penelitian ilmiah. Selain itu, ada beberapa kebiasaan yang memang jelas memberikan dampak negatif sehingga tidak selalu bisa dianggap netral. Karena itu, sebagian pembaca mungkin membutuhkan penjelasan yang lebih kuat dan lebih ilmiah.
Resume Buku
Buku Is It Bad or Good Habits membahas tentang kebiasaan yang sering dilakukan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan kebanyakan buku pengembangan diri yang langsung membedakan kebiasaan baik dan kebiasaan buruk, buku ini mengajak pembaca melihat kebiasaan dari sudut pandang yang lebih luas.
Pada bagian awal, penulis menjelaskan bahwa kebiasaan terbentuk dari tindakan yang dilakukan berulang kali. Semakin sering suatu tindakan dilakukan, semakin sulit kebiasaan tersebut diubah. Oleh karena itu, kebiasaan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kehidupan seseorang.
Penulis juga menjelaskan bahwa di balik setiap kebiasaan biasanya ada alasan tertentu. Misalnya, seseorang yang sering menunda pekerjaan belum tentu malas. Bisa jadi ia sedang merasa lelah, kurang termotivasi, atau memiliki masalah lain yang belum terselesaikan. Karena itu, penulis mengajak pembaca untuk memahami penyebab suatu kebiasaan sebelum mencoba mengubahnya.
Selain itu, buku ini membahas pentingnya kesadaran diri. Menurut penulis, seseorang harus mengenali dirinya sendiri agar dapat mengetahui kebiasaan apa yang perlu dipertahankan dan kebiasaan apa yang perlu diperbaiki. Dengan mengenal diri sendiri, proses perubahan akan menjadi lebih mudah.
Penulis juga menekankan pentingnya menerima diri apa adanya. Banyak orang merasa kecewa ketika gagal mengubah kebiasaan yang dimiliki. Padahal, perubahan membutuhkan waktu dan proses. Oleh karena itu, seseorang tidak perlu terlalu menyalahkan diri sendiri ketika mengalami kegagalan.
Dalam buku ini juga dijelaskan bahwa lingkungan mempunyai pengaruh yang besar terhadap kebiasaan seseorang. Teman, keluarga, dan media sosial dapat membentuk pola pikir serta perilaku kita. Jika berada dalam lingkungan yang positif, seseorang akan lebih mudah membangun kebiasaan yang baik.
Pada bagian akhir, penulis menjelaskan bahwa perubahan tidak harus dilakukan secara besar-besaran. Langkah kecil yang dilakukan secara terus-menerus justru akan memberikan hasil yang lebih baik. Yang terpenting adalah tetap berusaha dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Dari buku ini saya memahami bahwa memperbaiki diri bukan hanya tentang menghilangkan kebiasaan yang dianggap buruk, tetapi juga memahami alasan munculnya kebiasaan tersebut. Buku ini memberikan pesan bahwa setiap orang bisa menjadi lebih baik jika mau belajar mengenali dirinya sendiri dan melakukan perubahan secara bertahap.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
1. Kelebihan
Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami.
Isi buku ringan sehingga tidak membosankan.
Memberikan sudut pandang baru tentang kebiasaan.
Cocok dibaca oleh remaja maupun orang dewasa.
2. Kekurangan
Referensi ilmiahnya masih sedikit.
Beberapa pembahasan terasa berulang.
Struktur isi buku pada beberapa bagian kurang teratur.
Ada beberapa tugas yang menurut saya kurang jelas petunjuknya.
Perbandingan dengan Buku Atomic Habits
Jika dibandingkan dengan buku Atomic Habits karya James Clear, kedua buku sama-sama membahas tentang kebiasaan. Perbedaannya, Atomic Habits lebih banyak menjelaskan cara membangun kebiasaan menggunakan teori dan penelitian. Sementara itu, Is It Bad or Good Habits lebih banyak mengajak pembaca untuk melakukan refleksi diri dan memahami perasaan yang ada di balik suatu kebiasaan.
Menurut saya, buku Atomic Habits lebih cocok bagi pembaca yang ingin mendapatkan langkah-langkah praktis, sedangkan buku Is It Bad or Good Habits cocok bagi pembaca yang ingin lebih memahami dirinya sendiri sebelum melakukan perubahan.


Komentar
Posting Komentar